Aku berpuasa
dari kata-kata tanpa makna
dan lelaku durjana
meredam bathin yang nelangsa akan nestapa dunia
sampai waktunya
berbuka
dan tekadku tetaplah
Aku berpuasa
musim penghujan, 100616
Hidayaturrahman...20:46
Joe_DCoolGen
Kamis, 09 Juni 2016
Rabu, 25 Mei 2016
PADA SEPARUH MALAM
Pada
separuh malam aku mengadu
Tentang gundah gulana hatiku
Mengais sejumput harapan padamu
Dan kepada angin aku kirimkan kabar
Tentang sekuntum mawar yang tengah mekar
Meski tandus di tengah belukar
Sungguh
Ada kalanya nasihatmu aku tak butuh
Karena ingin kupinjam bahumu tuk sekedar
berlabuh
Sebentar, hanya sekejap aku
melepas keluhoneNight..May14
Joe_DCoolGen
Jumat, 03 Juli 2015
JALAN PERUBAHAN (Sebuah Trilogy)
1.KEGALAUAN
Malam masih buta
Ketika hatiku terketuk menuliskan sebuah prosa
Tentang negeri impian yg masih direka
Dari geliat mimpi mimpi para pemimpin perubahan pemula
Yang masih terlelap dibalik selimut tebal dan peluk asmara
Dan ketika mentari menyapa
Dengan sinar kemerahan...dan keceriaan pagi
Aku tersenyum menyaksikan tepi batas negeri ini
Laksana sutera alam nan menawan
Tapi lusuh di sudut perbatasan tanpa polesan..
Siang telah menyengatkan teriknya
Membakar setiap sudut fatamorgana
Seperti juga menyulutkan bara di hatiku
Kala kusaksikan negeri ini masih ditangan para durjana
Yang berkuasa dengan hati yang telah terbakar begitu hitamnya...
Jiwaku berkobar manakala kusaksikan ketimpangan....
berjejer orang dalam antrian tanpa kepastian
Dadaku sesak laksana terhimpit
Ketika kusaksikan tua renta menahan sakit dengan duit yg sedikit
Rahangku gemetar
Ketika kusaksikan syarat ijin masih berlembar lembar
Aku terduduk bersimpuh
Melihat wajah negeriku yang masih lusuh
Bahkan amarahku meradang
Ketika kudapati loket loket tutup ditinggal makan siang
Tatapanku nanar tanpa harapan
Menyaksikan anak anak negeri yg tercabik dari asanya menggapai masa depan
Akupun hampir kehilangan harapan
Manakala pembangunan direka tanpa arah tujuan
Dan kesejahteraan yang kian jauh dari keadilan dan pemerataan.
Malam masih buta
Ketika kuakhiri prosa pertama ini untuk beranjak pergi
Melepas segala kepenatan menuju negeri impian.
Nunukan, Mei 2015
Joe_DCoolGen
Malam masih buta
Ketika hatiku terketuk menuliskan sebuah prosa
Tentang negeri impian yg masih direka
Dari geliat mimpi mimpi para pemimpin perubahan pemula
Yang masih terlelap dibalik selimut tebal dan peluk asmara
Dan ketika mentari menyapa
Dengan sinar kemerahan...dan keceriaan pagi
Aku tersenyum menyaksikan tepi batas negeri ini
Laksana sutera alam nan menawan
Tapi lusuh di sudut perbatasan tanpa polesan..
Siang telah menyengatkan teriknya
Membakar setiap sudut fatamorgana
Seperti juga menyulutkan bara di hatiku
Kala kusaksikan negeri ini masih ditangan para durjana
Yang berkuasa dengan hati yang telah terbakar begitu hitamnya...
Jiwaku berkobar manakala kusaksikan ketimpangan....
berjejer orang dalam antrian tanpa kepastian
Dadaku sesak laksana terhimpit
Ketika kusaksikan tua renta menahan sakit dengan duit yg sedikit
Rahangku gemetar
Ketika kusaksikan syarat ijin masih berlembar lembar
Aku terduduk bersimpuh
Melihat wajah negeriku yang masih lusuh
Bahkan amarahku meradang
Ketika kudapati loket loket tutup ditinggal makan siang
Tatapanku nanar tanpa harapan
Menyaksikan anak anak negeri yg tercabik dari asanya menggapai masa depan
Akupun hampir kehilangan harapan
Manakala pembangunan direka tanpa arah tujuan
Dan kesejahteraan yang kian jauh dari keadilan dan pemerataan.
Malam masih buta
Ketika kuakhiri prosa pertama ini untuk beranjak pergi
Melepas segala kepenatan menuju negeri impian.
Nunukan, Mei 2015
Joe_DCoolGen
Kamis, 21 Mei 2015
JALAN PERUBAHAN (Sebuah Trilogy)
2. NEGERI IMPIAN
Disana...di negeri para Karaeng
Tersebutlah sebuah negeri setengah dongeng
Dimana beban masyarakat sangatlah enteng
Karena yang dibangun bukanlah benteng
Apalagi hanya nyaring suara kaleng
Disana...di negeri para pemuka kreasi dan inovasi
Pembangunan haruslah manusiawi
Bukan kerja berorientasi ekonomi
Apalagi hanya sekedar memperkaya diri
Disana....
Para Karaeng di Bantaeng
Kreasi dan Inovasi adalah dedikasi
Untuk Membangun Negeri
Dideďikasikan secara khusus untuk Bupati Bantaeng dan seluruh jajaran dan masyarakat
Sebuah renungan di akhir Pembelajaran Benchmarking
Peserta Diklatpim III angk 3 2015 NNK-LAN
Marina Beach....20 Mei 15. 17.43
By Jo_DCoolGen
Disana...di negeri para Karaeng
Tersebutlah sebuah negeri setengah dongeng
Dimana beban masyarakat sangatlah enteng
Karena yang dibangun bukanlah benteng
Apalagi hanya nyaring suara kaleng
Disana...di negeri para pemuka kreasi dan inovasi
Pembangunan haruslah manusiawi
Bukan kerja berorientasi ekonomi
Apalagi hanya sekedar memperkaya diri
Disana....
Para Karaeng di Bantaeng
Kreasi dan Inovasi adalah dedikasi
Untuk Membangun Negeri
Dideďikasikan secara khusus untuk Bupati Bantaeng dan seluruh jajaran dan masyarakat
Sebuah renungan di akhir Pembelajaran Benchmarking
Peserta Diklatpim III angk 3 2015 NNK-LAN
Marina Beach....20 Mei 15. 17.43
By Jo_DCoolGen
Rabu, 25 Maret 2015
PERMATA DALAM SUNYI
Kujumpai engkau ditengah gurun savana
Berpendar selaksa permata nan tiada tara
Tetapi tetaplah engkau berselimut dalam kering dan sunyi
Seperti sebungkus asa ku yang tersembunyi
Dalam luasnya hamparanmu
Terangmu menuntunku pada pencarian
Sendiri
Kutemukan dikau di kedalaman samudra
Berbinar laksana untaian mutiara
Dan tetaplah dikau bersemayam dalam gelap dan dingin
Seperti juga gelisah hatiku memendam bathin
Dalam terpaan gelombang samudra
Dinginmu merengkuhku pada dekapan
Tanpa makna
Engkaulah mutiara
Yang kucari sebagai puncak asa
Menggenapi mahligai dengan untaian permata
Meski tetaplah engkau dalam dingin dan sunyi
Dan membiarkanku dalam penantian tanpa makna
Sendiri
Muara teweh...Juli 01
Berpendar selaksa permata nan tiada tara
Tetapi tetaplah engkau berselimut dalam kering dan sunyi
Seperti sebungkus asa ku yang tersembunyi
Dalam luasnya hamparanmu
Terangmu menuntunku pada pencarian
Sendiri
Kutemukan dikau di kedalaman samudra
Berbinar laksana untaian mutiara
Dan tetaplah dikau bersemayam dalam gelap dan dingin
Seperti juga gelisah hatiku memendam bathin
Dalam terpaan gelombang samudra
Dinginmu merengkuhku pada dekapan
Tanpa makna
Engkaulah mutiara
Yang kucari sebagai puncak asa
Menggenapi mahligai dengan untaian permata
Meski tetaplah engkau dalam dingin dan sunyi
Dan membiarkanku dalam penantian tanpa makna
Sendiri
Muara teweh...Juli 01
Sabtu, 07 Maret 2015
GERHANA PAGI
Kukecap manis senyummu
Pada pagi yang menyapa cerah
Dan lapangnya hatiku seringan dirimu melangkah
Mengikis kabut hati yang kelabu
Engkaulah matahari
Yang gerhana
Karena cahayamu yang berseri
Tertutupi bulan purnama
Dan tetaplah jua engkau indah adanya
lorong1, 60315
Joe DCoolGen
Pada pagi yang menyapa cerah
Dan lapangnya hatiku seringan dirimu melangkah
Mengikis kabut hati yang kelabu
Engkaulah matahari
Yang gerhana
Karena cahayamu yang berseri
Tertutupi bulan purnama
Dan tetaplah jua engkau indah adanya
lorong1, 60315
Joe DCoolGen
Minggu, 01 Maret 2015
JALAN PULANG
Dititik ini
Jiwaku nadir
Harapanku sumir
Dan mimpi yang teranulir
Padamu yang bukan takdir
Meski kukecap manis senyummu disudut bibir
Dibawah terik mentari yang polos tanpa tabir
Menggugah kesadaran naluriku pada detik terakhir
Menyemayamkan hasratku padamu di istana pasir
Ditengah taman firdaus engkau bersenda jiwamu terparkir
Joe DCoolGen
Kota Sanggam, 96
Jiwaku nadir
Harapanku sumir
Dan mimpi yang teranulir
Padamu yang bukan takdir
Meski kukecap manis senyummu disudut bibir
Dibawah terik mentari yang polos tanpa tabir
Menggugah kesadaran naluriku pada detik terakhir
Menyemayamkan hasratku padamu di istana pasir
Ditengah taman firdaus engkau bersenda jiwamu terparkir
Joe DCoolGen
Kota Sanggam, 96
Langganan:
Postingan (Atom)
KISAH PAGI
Aku menemui embun pagi Yang bersiap pergi dari ujung dedaunan Ia seperti malu bercengkrama dengan mentari Yang menawarkan kehangat...
-
Uff..... Mungkin baru seperempat saja kelopak mataku iklhas terbuka Ketika sanubariku tergerak, mengalirkan energi ke sel, sar...
-
Aku belajar pada matahari Yang tanpa lelah memancarkan sinar hangatnya Menjadi selimut bagi bumi dengan segala keluh kesahnya Yang setia ...
-
Aku menemui embun pagi Yang bersiap pergi dari ujung dedaunan Ia seperti malu bercengkrama dengan mentari Yang menawarkan kehangat...