Di persimpangan ini
Kulihat sinar matamu menyiratkan kegalauan
Dalam gelisah engkau bergumam
Berpisahlah raga dan biarkan jiwamu bersemayam
Di persimpangan ini
Kutemukan secarik kertas penuh noktah goresan
Dalam canda tawa engkau lukiskan kebersamaan
Berpisahlah raga dan biarkan rinduku terpendam
Di persimpangan ini
Sekelebat bayanganmu berkilauan
Meninggalkan jejak jejak membran hati yang bertautan
Dalam kuncup kuncup bunga bermekaran
Dimana hasrat jiwa menyatu sebagai toksik persahabatan
Dan perpisahan ini menjadi benih sebuah harapan
Sebuah pertemuan
Sungai Jepun, 0215
Joe DCoolGen
Kamis, 12 Februari 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
KISAH PAGI
Aku menemui embun pagi Yang bersiap pergi dari ujung dedaunan Ia seperti malu bercengkrama dengan mentari Yang menawarkan kehangat...
-
Uff..... Mungkin baru seperempat saja kelopak mataku iklhas terbuka Ketika sanubariku tergerak, mengalirkan energi ke sel, sar...
-
2. NEGERI IMPIAN Disana...di negeri para Karaeng Tersebutlah sebuah negeri setengah dongeng Dimana beban masyarakat sangatlah enteng Ka...
-
Ia seperti pagi yang berkabut Dimana cerah menjumpai harapan Dan dingin mendekap mengenyahkan kalut Ia seperti siang dengan hembusan angin b...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar